Putaran Ke-II pemilihan Gubernur DKI Jakarta telah melahirkan calon Gubernur baru dari pasangan Jokowi-Ahok yang berhasil mengantongi 59 persen suara, ini tentunya sangat mengejutkan (trus gw harus bilang wow gitu)dengan hanya didukung oleh PDI-P dan Gerindra Jokowi-Ahok mengunguli pesaingnya yang didukung banyak partai-partai besar, padahal beberapa bulan sebelumnya Jokowi-Ahok dianggap bukanlah ancaman serius. kemenangan jokowi memunculkan beragam tanggapan ada yang bilang rakyat Indonesia sudah cerdas lah, ada yang bilang ini adalah kemenangan rakyat lah tapi yang pasti ini menunjukan kalau rakyat khususnya penduduk jakarta ingin perubahan, rakyat merindukan pemimpin yang sederhana dan pro rakyat dengan keberhasilan kepemimpinan ala kampoeng di Solo, Program-program yang ditawarkan pasangan Jokowi-Ahok benar-benar menyasar rakyat kecil seperti relokasi pedagang kecil dan kaki lima dengan pendekatan yang sabar, mengurangi monopoli mal-mal dan pasar modern.
Jakarta bukanlah Solo Jakarta tetaplah Jakarta dengan segala daya tarik dan keangkeranya, Jakarta adalah pusat segala pusat, pusat perputaran uang, pusat kepopuleran, pusat kemewahan, pusatnya pebisnis besar, pusatnya pejabat kelas wahid, pusatnya bos mafia, pusatnya preman kelas teri sampai Gangster kelas kakap dan pusat segala permasalahan kota besar mulai dari Macet, banjir, transportasi, keamanan dan lain-lain.Harapan besar itu siap dipikul Jokowi-Ahok dalam 5 tahun kedepan untuk menuntaskannya, Jokowi berjanji akan menggandeng segala potensi yang ada mulai dari Unsur Pemerintahan, tokoh - tokoh, mantan Gubernur DKI, investor dan Masyarakat dalam memajukan Jakarta, dengan gaya kepemimpinan yang khas tenang, tampil apa adanya, sederhana diharapkan dapat merangkul semua pihak untuk bersatu dalam membangun jakarta.
tapi satu hal yang perlu diingat jangan sampai kesederhanaan yang ditampilkan Jokowi membuat masyarakat terlena dan terlelap dengan kesederhanaan sehingga membuat masyarakat kehilangan spirit dan power untuk bisa menata hidup dan melakukan perobahan agar lebih baik dimasa depan, jangan sampai pedagang kecil yang sekarang tetap menjadi pedagang kecil dimasa datang, jangan sampai pedagang kaki lima yang sekarang tetap menjadi pedagang kaki lima dimasa datang, bagaimanapun masyarakat kita harus bisa bersaing dengan dan berkompeten dengan bangsa lain seperti Jepang, Cina dll, selama ini kita hanya jadi konsumen bagi produk - produk asing padahal negara kita kaya dengan sumber alam dan bahan mentah. salam untuk jokowi & Ahok.
tapi satu hal yang perlu diingat jangan sampai kesederhanaan yang ditampilkan Jokowi membuat masyarakat terlena dan terlelap dengan kesederhanaan sehingga membuat masyarakat kehilangan spirit dan power untuk bisa menata hidup dan melakukan perobahan agar lebih baik dimasa depan, jangan sampai pedagang kecil yang sekarang tetap menjadi pedagang kecil dimasa datang, jangan sampai pedagang kaki lima yang sekarang tetap menjadi pedagang kaki lima dimasa datang, bagaimanapun masyarakat kita harus bisa bersaing dengan dan berkompeten dengan bangsa lain seperti Jepang, Cina dll, selama ini kita hanya jadi konsumen bagi produk - produk asing padahal negara kita kaya dengan sumber alam dan bahan mentah. salam untuk jokowi & Ahok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar